THE WRITER

Setelah lebih sepuluh tahun menigggalkan dunia Sastra dan ‘tersesat’ menggeluti dunia masa depan (perencanaan), yang dibelenggu matematika, angka dan data, tiba-tiba langit berubah. Angka dan data yang ada tidak bisa lagi didifferensialkan atau diintegralkan. Linearitas dan proyeksi tidak lagi jadi santapan. Kata orang, dunia berhenti berputar untuk sementara waktu.

Haruskah dunia berhenti?

Tidak. Ada dunia lain yang sudah cukup lama ditinggalkan. Dunia yang dulu mengisi hari-hari. Berkutat dari satu lemari ke lemari lainnya. Terbang bersama fantasi dan ilusi.
Bila pada dunia yang terakhir dilalui, setiap gerak selalu mengedepankan asumsi dengan keterbatasan menjadi kunci, pada dunia lama yang bangkit kembali, asumsi dan keterbatasan tidak lagi berarti. Yang ada hanyalah kebebasan berekspresi.

Kini, setelah bergumul dengan pertanyaan-pertanyaan, bertegur sapa dengan ungkapan simpati, dan berjuang untuk dapat mengerti, maka lahirlah Parintang-rintang.

Parintang-rintang adalah jalan yang dipilih, ketika pena tak lagi berguna untuk menggoreskan sebuah permohonan, perintah maupun persetujuan. Ketika kekuasaan dicabut, maka harus ditemukan jalan, agar otak tidak menjadi buntu, agar hati tidak membatu, agar mulut tidak membisu, dan muka tidak terlihat malu, walau di dada masih tersimpan rasa pilu. Banyak pilihan yang ditawarkan. Tidak ada yang menarik hati. Parintang-rintang tetap menjadi pilihan.

Apa itu parintang-rintang?

Dalam kehidupan sehari-hari, parintang-rintang mungkin akan diasosiasikan dengan kata rintangan. Rintangan (atau dalam kata lain disebut hambatan) bukanlah yang dimaksud dengan parintang-rintang ini. Parintang-rintang adalah kegiatan mengisi waktu agar hidup ini tidak menjadi sia-sia. Dengan adanya parintang-rintang ini, akan tetap ada kepuasan terhadap suatu karya. Terlepas karya tersebut disukai atau tidak, dihargai atau dilecehkan oleh orang lain. Oleh karenanya yang dimaksud dengan parintang-rintang di sini adalah barisan kata-kata yang disusun dan digoreskan di atas kertas dengan tema dan topik tertentu.

Jadi, PARINTANG-RINTANG adalah implementasi dari petuah Minangkabau “Duduak Marauik Ranjau; Tagak Maninjau Jarak“.

Apa yang akan ditulis?

Banyak yang ada dalam pikiran, tapi tak ada niat untuk memojokkan atau menyalahkan. Pendek kata, parintang-rintang hanya akan berisi satu atau satu setengah halaman ulasan. Ditulis seringan mungkin.

Kenapa menulis?

Dalam berbagai kesempatan sejak dua puluh tahun terakhir, ketika ditanya, “Apa hobimu?” Saya selalu menjawab ”reading and gardening?” Karena suka membaca maka dikepala ini cukup banyak hal yang diketahui baik terstruktur maupun tidak. Walaupun suka berkebun, tapi sangat sedikit yang baru bisa ditanam. Oleh karenanya perlu berkebun dalam bentuk lain. Bukan berkebun uang dengan berinvestasi di pasar saham atau sejenisnya, tetapi menyemai ide dan pemikiran.

Menulis. Itulah mungkin muaranya, Parintang-rintang itulah namanya.
********
Parintang-rintang ini merupakan pilihan ekspresi saya, Nalfira gelar Sutan Pamenan, seorang yang mendeskripsikan dirinya sebagai seorang sastronomist berlatar belakang pendidikan S1 Bahasa Inggris dari IKIP Padang, mencintai perencanaan pembangunan terutama Local and Regional Economic Development. Kecintaan ini lahir dari pekerjaan yang digeluti selama bertahun-tahun didukung dengan pendidikan S2 pada Program Pascasarjana Magister Ilmu Ekonomi FEUI dan sejumlah pelatihan tentang perencanaan pembangunan.

Latar belakang pendidikan yang dimulai dari pendidikan bahasa yang sangat dekat dengan dunia sastra dan diakhiri dengan pengetahuan ekonomi menyebabkan saya, Nalfira, memilih untuk menjadi seorang ‘sastronomist’. Sebutan yang tidak ada kategorinya pada literatur manapun. Tapi saya berkeyakinan, sebutan ini tidak ada salahnya- sastra (wan) yang juga seorang economists. Hmmmmmmm..

Advertisements

6 Responses to THE WRITER

  1. afriantodaud says:

    Welcome to the world of blogger, da Nal! 🙂

  2. afriantodaud says:

    Btw, sepertinya ‘sesuatu’ baru saja terjadi, sehingga lahirlah si parintang2 ko hehe

    Aa caritonyo tu kanda? 🙂

  3. Mak Jum says:

    Tersesat di jalan yang benar Tuan .. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s