Gundah

Kemanakah pilu menyandarkan kepalanya, ketika lelah sudah kehilangan bahunya

Kemanakah detak jantung kebenaran harus mengadu, ketika cinta telah meluluhlantakkan nurani

Lupakan dan hanyutkan,

Tersenyumlah ketika dihadapan mu terhampar torehan kemenangan yang bersandar ulasan dari uraian orang pada biliknya

Mengertilah bahwa sedang musimnya yang hebat lahir dari rahim tombol bagi

Berhentilah resah, karena langkah dan waktumu bukan untuk mereka yang memalingkan muka atas pijakan kebenaran yang jelas berbeda

Bersyukurlah ketika diterjang aruspun engkau bukanlah buih yang terlihat tinggi dan kuat tapi tak mampu meraih ranting

Kubang Gajah, 11 Juli 2018

nspamenan@yahoo.com

Advertisements
This entry was posted in Kisah dan Sajak. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s