PANTAI PENYU AMPIANG PARAK #2: Konservasi Penyu, Hutan Pinus, Hutan Manggrove, Pemberdayaan Masyarakat, dan Daya Tarik Wisata

Selamat Datang di Konservasi Penyu Ampiang Parak

PARINTANGRINTANG: Hampir satu setengah tahun setelah kunjungan pertama ke Pantai Penyu Ampiang Parak pada tanggal 1 Januari tahun 2017, kunjungan pada hari ketiga Idul Fitri tahun ini rasanya lebih menarik dan nyaman dibandingkan kunjungan pertama tahun lalu itu. Ada beberapa kemajuan yang patut diacungi jempol disamping beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki.

Oh ya, maaf sebelumnya jika ada yang belum tahu tentang Pantai Penyu Ampiang Parak. Pantai Penyu Ampiang Parak adalah sebuah hamparan pantai dari sebuah semenanjung yàng membentang dari arah utara ke selatan di Jorong Pasa Nagari Ampiang Parak Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. Ujung semenanjung tersebut berada di muara Batang Ampiang Parak (lihat gambar).

Pantai Penyu Ampiang Parak #2

Dengan demikian jika ada yang menyebutkan Konservasi Penyu Ampiang Parak sebagai Pulau Penyu Ampiang Parak, pastilah itu sebuah kekeliruan. Dengan demikian konservasi penyu Ampiang Parak lebih tepat disebut sebagai Pantai Penyu Ampiang Parak.

Pantai Penyu Ampiang Parak #1

Sebagai sebuah pantai, Pantai Penyu Ampiang Parak memiliki keunikan tersendiri yang jarang ditemukan di pantai lainnya. Dengan lebar lebih kurang 100 meter, pantai ini memiliki dua sisi yang berbeda. Sisi barat yang berbatasan dengan Samudera Hindia merupakan hamparan pasir putih yang indah dengan deburan dan hempasan ombak yang menggelora; sementara sisi timurnya adalah pantai yang ditumbuhi rerumputan yang mulai menghijau.

Barisan hijau pohon Pinus

Diantara sisi barat yang berpasir putih dengan sisi timur yang mulai menghijau tersebut terhamparlah selimut hijau nan rindang dari barisan pohon pinus setinggi 5 meter lebih. Hamparan pohon pinus tersebut membentang sepanjang lebih dari satu kilometer.

Berjumpa dengan Keluarga Pak YoskiMenurut Bung Yoski Wandri, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Pesisir Selatan yàng juga mantan kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pesisir Selatan, dulunya semenanjung yang menjadi pantai konservasi penyu tersebut adalah pasir tandus yang sulit ditumbuhi tanaman apapun. Kini, setelah daratan di pantai penyu tersebut mulai menghijau dan rumputpun mulai tumbuh dibawah pokok pinus, manggrove mulai ditanami di sisi timur dan tumbuh cukup subur. Calon Hutan ManggroveDengan demikian tidak berapa lama lagi kawasan Konservasi Pantai Penyu Ampiang Parak akan semakin lengkap dan menarik dengan kehadiran deretan manggrove yang tentu saja akan mengundang beraneka macam hewan laut seperti kepiting, udang, dan ikan untuk datang.

Ketua Laskar Penyelamat LingkunganKawasan Pantai Penyu Ampiang Parak mungkin sudah berumur dua tahun. Kawasan ini dikelola oleh kelompok yang mereka namai Laskar Pemuda Peduli Lingkungan. Walaupun belum menanyakan langsung kepada bung Haridman, Ketua Laskar Peduli Lingkungan tersebut, penggunaan nama laskar barangkali didasarkan pada beratnya tantangan untuk mewujudkan pantai ini menjadi sebuah kawasan konservasi dikarenakan kondisi alam yang masih tandus dan tanaman sulit tumbuh serta pemahaman dan kesadaran masyarakat yang masih terbatas tentang larangan menjual dan mengkonsumsi telur penyu dan peranan pariwisata dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

Karena kekompakan dan kuatnya kepemimpinan Laskar Peduli Lingkungan ini, kawasan Konservasi Pantai Penyu Ampiang Parak ini tumbuh dengan pesat dan perlahan mulai memberikan dampak ekonomi yang cukup positif bagi pengelola dan masyarakat sekitarnya. Hal inilah barangkali yang menyebabkan banyak pihak tertarik untuk menyalurkan dana Coorporate Social Responsibility CSR-nya di kawasan ini. Beberapa bangunan yang pada kunjungan terdahulu belum ada, sudah berdiri secara permanen. Gerbang kedatangan, sudah berdiri kokoh, dermaga keberangkatan juga sudah sangat mantap, sampan untuk menyeberang juga sudah semakin baik karena tidak lagi terbuka, beberapa bangunan di dekat dermaga juga sudah mulai dibangun.

Dermaga PenyeberanganBahkan, saat ini (waktu kunjungan) sedang dibangun sebuah water boom mini penambah daya tarik. Semua itu merupakan kombinasi dari bantuan stimulan dari CSR dan investasi dari keuntungan operasional kawasan konservasi tersebut.

Sebagai sebuah konservasi, pantai Penyu Ampiang Parak tentunya tidak hanya melakukan pelestarian satwa berupa penyu. Memang benar adanya, jika hanya untuk menjaga kelestarian alam, kawasan ini sulit untuk bertahan lama, oleh karenanya kemampuan untuk mengintegrasikan konservasi, pendidikan masyarakat dan daya tarik wisata menjadi kunci keberhasilan mempertahankan dan mengembangkan konservasi Pantai Penyu Ampiang Parak ini. Tidak dapat dipungkiri, seringkali lokasi wisata yang kita kunjungi hanya menarik untuk dikunjungi sekali saja karena tidak ada hal baru yang perlu dieksplorasi.

Markas Laskar PenyuJika anda datang ke Kawasan Konservasi Pantai Penyu Ampiang Parak, maka dengan  hanya membayar Rp. 10 ribu per orang anda akan mendapatkan pengalaman menyeberang dengan sampan motor yang cukup baik karena terlindung dari terik hujan dan panas ke kawasan konservasi. Dalam penyeberangan selama lebih kurang sepuluh menit tersebut, kita akan disuguhi pemandangan barisan pohon pinus yang menghijau di sepanjang pantai diantara semilir angin dan air yang terpecah ditembus sampan yang melaju pelan. Selang sepuluh  menit sampan akan bergerak mendekati dermaga kayu di pantai yang mulai ditumbuhi rerumputan yang terkadang terendam air bila pasang naik. Keluar dari dermaga para tamu disambut plang nama Konservasi Penyu Ampiang Parak yang didepannya berdiri patung penyu.

 

Setelah itu, kita dapat menikmati teduhnya selimut hijau dedaunan pohon pinus yang membentang yang sebelumnya telihat sewaktu menyeberang. Jika ingin segera melihat penyu maka segeralah bergegas menuju beberapa bak penampungan yang diperuntukkan sebagai tempat peristirahatan para pemandu dan pengelola, karena disampingnya bisa dilihat penyu yang baru menetas (bila ada), penyu yang sedikit lebih besar, dan penyu berukuran besar yang namya dapat dilihat dan dibaca ditempat penampungan tersebut. Jika ingin tahun lebih jauh bisa bertanya kepada pengolola yang ada di sana mengawasi dan siap untuk menjelaskan secara ringkas tentang penyu yang ada di dalam bak penampungan tersebut.

Belajar Mengenali PenyuSatu hal menarik yang dapat dilakukan adalah melepaskan tukik (anak penyu) ke laut lepas. Dengan membayar Rp.10ribu untuk tukik berukuran kecil dan Rp. 20ribu untuk tukik yang sedikit lebih besar maka tukik-tukik tersebut dapat dilepaskan ke laut lepas untuk mengelilingi dunia dan kembali naik ke lokasi pelepasannya (tentu saja di Pantai Penyu Ampiang Parak) 8 tahun (?) atau 12 tahun (?) yang akan datang untuk bertelur.

 

Untuk melepaskan tukik tersebut kita akan dipandu oleh pemandu lokal dari Laskar Penyu yang siap menjelaskan kepada pengunjung kenapa tukik yang lebih kecil lebih cepat bergerak menerjang deburan ombak, dan kenapa tukik yang lebih besar lama berhenti seakan-akan mendeteksi koordinat dimana dia dilepaskan dan kemana dia harus kembali dan bertelur nantinya.

Tukik dan BayanganJika, sudah puas dengan pengetahuan tentang penyu maka menikmatikan pantai yang putih bersih tentulah sesuatu yang sangat menyenang, berlarian di pantai, bermain pasir dan mendengarkan dentuman ombak tentulah hal yang sangat mengasikkan. Jika panas terasa menyengat kembalilah berteduh dibawah selimut rindang pohon pinus, sambil membuka bekal yang dibawa untuk dinikmati bersama.

Hamparan Pantai Penyu ampiang Parak yang indahNamun demikian, walaupun ada petugas kebersihan yang sigap mengumpulkan sampah yang berserakan, janganlah membuang sampah sembarangan. Jika tidak ditemukan tong sampah (yang jumlahnya terbatas) di sekitar anda, ada baiknya sampah tersebut dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam kantong plastik untuk nantinya diambil oleh petugas.

Bila sudah merasa puas, berjalanlah ke dermaga penyeberangan untuk kembali ke dermaga keberangkatan. Jangan lupa untuk berbelanja souvenir, makanan dan minuman yang terjangkau yang dijual disana. Bila belum tersedia maka tentulah menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi para pengelola, untuk memberdayakan masyarakat memproduksi dan menjual souvenir, dan mengingatkan masyarakat untuk memampangkan harga makanan yang dijualnya agar pengunjung tidak merasa tertipu, dan tentu saja nyaman untuk datang kembali.

Dengan demikian, setiap kunjungan ke konservasi pantai Penyu Ampiang Parak akan memberikan kesempatan kepada setiap pengunjung untuk menikmati konservasi penyu, hutan manggrove, hutan pinus, dan wisata ke pantai yang bersih dan indah, serta belajar pemberdayaan masyarakat. Rasanya rugi kalau sudah datang ke Pesisir Selatan tidak menikmati pesona pantai penyu Ampiang Parak.

Kubang Gajah, 25 Juni 2018

nspamenan@yahoo.com

Advertisements
This entry was posted in Traveling. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s