Tentang (Fort) Van den Bosch

Parintangrintang: Kemaren siang, dalam perjalanan pulang dari tugas rutin ‘pick and drop’ anak dan istri dari sekolah, saya ditanya oleh anak bujang kecil saya, “Papa tahu Van den Bosch?”
“Tahu”, jawab saya.
“Coba ceritakan”, lanjutnya.
“Apanya, yang mau diceritakan?” jawab saya.
“Siapa Van den Bosch, itu?” tanya nya lagi.
“Van den Bosch itu, nama seorang Gubernur Hindia Belanda. Dia menjadi gubernur jenderal itu pada saat perang Jawa yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro. Van den Bosch berhasil mengalahkan Pangeran Diponegoro da kemudian mengasingkannya,” saya mencoba menjelaskan.
“Van den Bosch itu yang mengeluarkan perintah ” Tanam Paksa”. Orang harus menanam kopi dan lada untuk dijual ke perusahaan Belanda. Itu pelajaran adek hari ini,” katanya berusaha menjelaskan.
“Betul’ kata saya.
“Pada zamannya sistem Tanam Paksa diterapkan di daerah yang sudah takluk pada Belanda termasuk Minangkabau yang pada saat itu baru sebagian ditaklukkan. Pada masa itu sebagian daerah Minangkabau masih berperang melawan Belanda, seperti Paderi yang berpusat di Kamang, Agam dan Bondjol,” lanjut saya.
‘Bondjol itu dimana, Pa? Sudah pernah kita ke sana? Kalau Kamang Adek tahu, itu kampuang kakak Hanifa,” tanya nya.
“Belum, di Pasaman” jawab saya.
“Adek tahu Fort de Kock?” tanya saya.
“Yang dekat kebun binatang dan kita pernah makan di sana, lalu adek naik kuda keliling-keliling, ” jawabnya.
“Betul, tempat itu adalah benteng Belanda yang dinamai Fort de Kock” kata saya.
“Oh, itu sebabnya kenapa ada meriam disana. Tapi kenapa warnanya hitam? Lalu, bagaimana orang membawanya ke sana?” tanya nya.
“Itu biar tidak mudah terlihat, atau mungkin itu warna yang ada saat itu. Kalau warnanya pink, tentu mudah terlihat oleh musuh”, jawab saya.
“Seperti Van den Bosch, de Kock juga nama Gubernur Jenderal Belanda. Kedua nama itu juga dijadikan nama benteng Belanda di Sumatera Barat ini. Dulu ada namanya Fort van den Bosch. Letaknya di Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota. Tapi kemudian hilang dan tidak dikenal oleh orang Lima Puluh Kota lagi. Fort van den Bosch yang terkenal itu ada di Ngawi Jawa Timur. Di Lima puluh kota dan Payakumbuh ini dulu ada 4 benteng, tapi semuanya sudah dilupakan orang. Hanya ada satu nama benteng yang masih dipakai” terang saya.
“Benteng apa saja itu?” tanyanya ingin tahu.
“Nanti, baca di buku papa kalau sudah siap dan jadi diterbitkan,” jawab saya.
Akhirnya kami sampai di rumah.
Ketika saya bolak balik berbagai dokumen, inilah beberapa catatan tentang Van den Bosch.

  1. Lahir pada tanggal 2 Februari 1780 di Herwijnen Belanda.
  2. Pada umur 17 tahun berangkat ke Hindia Belanda sebagai seorang Letnan di Angkatan Perang Belanda
  3. Pada tahun 1810 dipulangkan ke Belanda setelah berselisih paham dengan Jenderal Daendels
  4. Pada tahun1816 mendapat kenaikan pangkat sebagai Mayor Jendral
  5. Pada tahun 1827 ditunjuk sebagai Komisaris Jenderal untuk Hindia Barat.
  6. Pada tanggal 16 Oktober 1828 dian sebagai Letnan Jenderal dan ditunjuk sebagai Gubernur Hindia Belanda.
  7. Mempopulerkan sistem pertanian Tanam Paksa, terutama untuk tanaman kopi.
  8. Awal Agustus berangkat ke Padang dan sampai di Padang pada akhir Agustus 1833 untuk memimpin penyerbuan ke Bondjol. Karena sulitnya rute saat itu dia memerintahkan pembukaan jalan baru menebus hutan dan Lembah Anai
  9. Berangkat dari Padang 15 Oktober 1833 dan sampai di Batavia 13 November 1833
  10. Mengeluarkan Palakat Panjang (Keputusan Panjang) 25 Oktober 1833, yang diantara berisi tawaran harga terendah kopi dan pembangunan jalan sebagai transportasi ke pelabuhan di Pantai Barat Sumatera.
  11. Kembali ke Belanda tanggal 8 Mei 1834 dan diangkat sebagai Menteri Daerah Koloni pada tanggal 8 Mei 1834
  12. Meninggal dunia tanggal 28 Januari 1844.

Kubang Gajah, 25 Februari 2018

nspamenan@yahoo.com

Advertisements
This entry was posted in Paderi, Agam dan Minangkabau. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s