Manyiriah (Mengundang)

Sirih atau siriah itu biasanya tumbuh dan menjalar di tebing, di paràk yang berada di belakang atau samping rumah. Selain itu siriah bisa juga tunbuh dalam pot atau media lainnya.

Siriah yang tumbuh dan menjalar di antara bebatuàn disebut karakok. Karakok daunnya kecil dengan gagang yang juga kecil.

Karakok walapun khasiatnya mungkin sama dengan siriah tidak sama kedudukannya. Siriah dibawa untuk mamanggia (mengundang) seseorang untuk hadir dalam pesta perkawinan. Karakok tidak memiliki kegunaan ini.

Jauh rantau banyak dicaliak; panjang jalan banyak diraso; lain lubuk lain ikannya; lain padàng lain belalang. Ternyata, peruntukan dan tata cara penyajian sirih sebagai bentuk undangan berbeda beda pada setiap daerah.

Di tempat saya bermukim, ketika orang datang mengundang baralek (pesta pernikahan), siriah bersama dengan rokok dibawa dan ditinggalkan oleh juaro pengantar undangan di rumah yang diundang. Biasanya, kalau anda pulang kerja sore dan menerima sehelai sirih dan sebatàng rokok (yang dititipkan ke tetangga) artinya anda diundang menghadiri sebuah pesta di komplek anda tinggal.

Hal ini berbeda dengan yang saya lihat dulu di kampung, Nagari Panampuang Ampek Angkek Agam Sumatera Barat.

Undangan baralek juga diterima dalam bentuk sirih yang dilengkapi dengan pinang dan gambir. Undangan melalui sirih ini hanya ditujukan untuk laki-laki. Laki-laki yang diundangpun tidak semuanya dengan sirih. Undangan untuk laki-laki pada baralek di rumah mempelai laki-laki, pengundang membawa dan menyerahkan rokok. Hanya pada undangan untuk baralek di rumah mempelai perempuanlah siriah digunakan.

Istimewanya, sirih yang diterima itu tidak satu helai seperti yang saya terima sekarang. Sirih yang diberikan selalu dalam satu ikatan yang mungkin disebut sebagai siriah sakabek. Seikat sirih terdiri dari beberapa baris (biasanya 3 atau 5). Satu baris terdiri dari 5 (atau 10, saya lupa) helai. Jumlah baris sirih yang diterima menandakan kedudukan dan kedekatan hubungan kekerabatan. Selain itu siriah diantarkan ke rumah anak, bukan ke rumah kamanakan.

Kalau siriah nya 5 baris berarti anda berkerabat sangat dekat dengan mempelai perempuan, sedangkan kalau 3 baris berarti hubungannya biasa saja. Undangan yang menerima siriahpun datangnya pada waktu tertentu, yaitu malam hari. Diterima dan disajikan secara beradat dalam bentuk jamba. (Sa(tu) jamba berarti satu porsi, dengan jumlah item per menu 6 buah). Makan dimulai dengan sambah manyambah seperti halnya sambutan dalam gala dinner di negeri maju.
Kalau terundang tidak bisa hadir adatnya adalah anda menitipkan amplop pada istri anda yang telah datang pada siang atau sore hàrinya. Cara ini  disebut bakirim. Kalau tidak datang dan tidak bakirim maka disebut LAYUA SIRIAH.
Seperti disebutkan di atas, lain lubuk lain ikannya. Semua tata cara itu yang sangat mungkin berbeda-beda adalah kebudayaan budaya kita Minangkabau. Kubang Gajah, 10 Desember 2016

nspamenan@yahoo.com

Advertisements
This entry was posted in Interest, Ranah nan Manggadangkan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s