Taman BWS Sumatera Lima (Complimentary Park For Kelok 9 Fly Over)

img_20161211_115043

PARINTANGRINTANG: Kelok Sembilan, entah sebagai jalan berliku menembus kawasan suaka Air Putih yang dibangun lebih dari satu abad yang lalu (dimulai pada tahun 1900-an) atau sebagai jembatan layang (fly over) yang dibangun satu abad kemudian, adalah sebuah tempat yang cukup terkenal dewasa ini. Kelok sembilan yang dikenal sekarang ini adalah jembatan layang di tengah hutan, tempat terbaik untuk selfie. Setiap hari libur tempat ini penuh sesak dengan pengunjung yang ingin diabadikan fotonya berlatar belakang jembatan layang dan bukit barisan yang berlapis. Mungkin sudah jutaan orang datang dan berfoto sejak diresmikan tahun 2013 yang lalu.

img_20161211_115104

Jembatan layang kelok sembilan dibangun sebagai “breakthrough” dari “bottleneck” kemacetan di jalan kelok sembilan, yang semakin lama semakin overload akibat meningkatnya arus angkutan penumpang dan barang dari Sumatera Barat ke Riau di pantai timur sumatera (begitu juga sebaliknya). Akan tetapi, karena keunikan desain dan keindahan pemandangan di lokasi jembatan layang tersebut, fungsinya bertambah menjadi destinasi wisata.  Tidak lengkap rasanya ke Payakumbuh atau Bukittinggi kalau belum datang dan selfie di jembatan layang kelok sembilan. Walaupun begitu, kalau hanya untuk memandang jembatan dan berfoto diatasnya, sekali saja mungkin cukup. Disamping itu, tidak adanya spot khusus yang dipersiapkan sebagai lokasi wisata terkadang menjadi kekhawatiran pengunjung untuk sering-sering datang ke sana.

img_20161211_114929

Banyak studi kelayakan dibuat dalam rangka pengembangan kawasan di sekitar kelok sembilan ini. Beberapa diantaranya pernah saya ikuti dan dengarkan, bahkan lihat animasinya. Menakjubkan memang  rancangannya, tetapi tidak jelas kelanjutannya. Kebanyakan terbentur pada status lahan yang berada di kawasan hutan lindung. Keraguan sering menghantui setiap upaya mengembangkan kelok sembilan ini.

Untunglah hal ini terbaca dengam baik oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V (lima). Bila sebelumnya kawasan ini tidak menjadi perhatian BWS V karena dibawah koordinasi BWS Sumatera III di Pekanbaru, maka sejak dua tahun terakhir seluruh sungai di Sumatera Barat berada dalam wilayah kerja BWS Sumatera V yang berkantor pusat di Padang.

img_20161211_114921

BWS Sumatera V memahami bahwa daya tahan jembatan layang kelok sembilan juga bergantung pada sungai kecil yang mengalir di bawah jembatan layang tersebut. Maka disusunlah desain normalisasi sungai Batang Sanipan yang salah satu anak sungainya mengalir di bawah jembatan layang kelok sembilan.

Tidak hanya menormalisasi aliran sungai, BWS Sumatera V juga membangun taman di pinggir sungai seperti halnya taman di pinggir Batang Agam dan taman di Pinggir Batang Lampasi di Kota Payakumbuh. Maka dibangunlah sebuah taman di kaki jembatan layang kelok sembilan. Istilah  taman lebih dipilih dari pada istilah ruang terbuka hijau mungkin karena disekelilingnya adalah hutan dengan pepohonan yang sudah dan jauh lebih hijau. Taman yang didesain untuk menjaga tanah di sisi sungai ini juga sekaligus berfungsi memperkuat pondasi jembatan baru. Taman yang baru saja hadir tersebut tentunya belum dikenal, walaupun penampakannya sangat menarik mata dan hati untuk berhenti dan turun dipinggirnya sambil memandang dan mendengar percikan air dari sungai yang sudah dipercantik itu.

Nama Taman BWS Sumatera Lima Batang Sanipan sampai hari ini, Minggu 11 Desember 2016 masih asing, tidak hanya bagi pengunjung tetapi juga orang yang mencari nafkah di sana seperti tukang foto amatir, tukang parkir maupun penjual jagung bakar. “Apolah BWS tu kini tu yo Pak,” ujar si Uda tukang foto amatir Ganter (garendong Printer), bertarif Rp. 10.000,- yang mangkal di taman tersebut,  ketika ditanya seorang pengunjung. Tidak masalah. Seiring dengan berjalannya waktu, lambat laun Taman BWS Sumatera Lima Batang Sanipan pasti akan dikenal, apalagi bila telah diresmikan pemakaiannya.

Dibalik semua itu, kehadiran taman ini sebenarnya solusi dari rasa jenuh mengunjungi jembatan layang kelok sembilan. Taman BWS Sumatera Lima Batang Sanipan (begitu namanya kalau kita baca) ini sebagai complementary park  dari jembatan layang kelok sembilan layak menjadi icon baru destinasi wisata. Di taman ini orang bisa beristirahat, menikmati aliran sungai sambil berselfie ria dengan latar yang berbeda dari lokasi selfi di puncak jembatan layang.

Semua pihak harus berterima kasih tentunya pada BWS Sumatera V yang begitu peka dan mendukung fungsi kawasan kelok sembilan sebagai kawasan pariwisata. Para pencari nafkah harus bersikap profesional agar pengunjung mau dan selalu ingin datang karena keramahan, kebersihan dan keindahan kawasan ini.

Semoga Pariwisata sebagai penggerak ekonomi semakin nyata dan dirasakan manfaatnya.

Wassalam

Kubang Gajah, 11 Desember 2016

nspmenan@yahoo.com

#taman #flyover #kelok9 #keloksembilan

Advertisements
This entry was posted in Traveling and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s