978-602-72772-1-1 (MENGANGKAT KEPALA, MENJAGA ASA, MEMBANGUNKAN NAGARI, MENGINSPIRASI NEGERI)

Buku Nagari Panampuang
Parintang-rintang: Tak terasa setahun waktu berlalu: cepat, keras, kadang bersahaja, terkadang kejam, lain waktu sumringah, bahkan penuh kejutan. Hari ini, adalah kali kedua, milad kelahiran hanya diingati bukan diperingati. Tidak diperingati karena kata itu terkadang memang terkesan mewah, bahkan mungkin glamor, bak pesta atau upacara. Jadi cukuplah diingat-ingat saja. Mengingat apa yang sudah dikerjakan selama satu tahun berlalu. Singkatnya, mereview apa yang sudah diperbuat selama satu tahun ini.
Sambutan
Mengingat apa? Apa saja.
Mungkin angka 978-602-72772-1-1. Angka ini bukanlah nomor telepon, nomor rekening tabungan apalagi nomor mistis judi togel. Angka tersebut adalah nomor ISBN buku Nagari Panampuang dalam tambo, dokumen, peta cerita dan kenangan yang saya tulis. Buku ini dicetak oleh PT Marawa Tiga Warna dan baru saja diluncurkan seminggu yang lalu. Buku tersebut seakan menjadi gambaran ringkas perjalanan hidup satu tahun ini yang patut diingat.
Adalah media sosial sebagai dampak kemajuan teknologi informasi yang tak hentin-hentinya menawarkan berbagai wadah untuk mengisi waktu; baik sebagai bentuk interaksi maupun ekspresi diri. Pada mulanya hanyalah menulis di note pada laman facebook ataupun blog pribadi yang menjadi pilihan. Lama-lama interaksi di media sosial ini menjadi sangat menarik. Walaupun hal ini hanyalah langkah kecil, namun dapat diyakini sebagai sebuah langkah baik untuk membuat kepala tetap tegak.
Bersama bupati Agam
Kemudian, sembari mengisi waktu, dibulatkanlah tekad untuk menjadikan blog pribadi http://www.parintangrintang.wordpress.com sebagai wadah untuk mengasah pikiran, mengembangkan wawasan, menajamkan pena, dan mengembangkan jaringan. Lama-lama mengisi parintang-rintang itu seperti mencari madu hutan, manis rasanya tetapi sangat sulit mendapatkannya. Jadilah parintang-rintang sebagai sarana untuk mengeksepresikan diri dan menjaga asa bahwa hari esok yang lebih baik pasti akan datang. Tetap tegar dan pantang berputus asa.
Manisnya madu itu ternyata tidak hanya bermanfaat untuk menjaga asa. Banyak yang suka dan senang dengan madu, tetapi tidak tau bagaimana caranya agar madu itu juga dicicipi oleh orang lain. Walaupun tidak seperti petir di siang bolong, ada saja permintaan untuk mengumpulkan madu itu. Mengumpulkan tulisan, megeditnya untuk juga bisa membukukannya. Asa yang tetap terjaga tentu menyambut gembira hal itu.
Itulah analogi bagaimana tulisan dari blog pribadi tersebut berubah menjadi sebuah buku. Buku sederhana, tetapi diyakini tetap sanggup menegakkan kepala dan menjaga asa, karena belum pernah ada dan memang beda. Setelah buku dibuat, yang terbayang dalam pikiran adalah bagaimana menebarkan isi buku tersebut kepada orang sekitar terutama orang sekampung atau senagari. Tujuannya, membangunkan nagari agar tidak terlalu lama terlena dengan zona nyaman yang meninabobokan. Begitu banyak hal yang telah hilang dan terlupakan. Perlu upaya agar generasi yang akan datang tidak menjadi orang asing di nagarinya sendiri. Gayungpun bersambut, buku tersebut dicetak untuk dibagi-bagikan atas niat baik dan tulus tanpa embel-embel. Buku tersebut diharapkan dan diniatkan untuk dapat membangunkan nagari.
Pada akhirnya karena Nagari merupakan integral dari sistem pemerintahan yang lebih tinggi, keterlibatan pemerintahan yang lebih tinggi tersebut tidak dapat dielakan. Tujuannya jelas, manfaat buku tersebut tidak hanya sekedar mengangkat kepala, menjaga asa, dan membangunkan nagari, tetapi lebih dari itu dapat menginspirasi negeri.
Tapi itu semua belum apa-apa dan tidak ada artinya, bila keluarga, kolega, sahabat dan orang kampung tidak mendukung. Oleh karenya, ucapan terima kasih perlu disampaikan pada Istri tercinta, anak-anak, orang tua, saudara, kolega dan sahabat yang telah menjadi pendorong, penyemangat, dan penginspirasi. Tanpa anda semua, hidup ini tidak ada artinya. Maafkan bila saya tidak dapat menyapa dan menyebutkan satu persatu anda: saudara, keluarga, kerabat, sahabat dan kolega.
Di momen ini saya bermohon dan berdoa kepada Allah agar dalam usia yang tersisa kita dapat semakin dekat kepada Allah dan senantiasa selalu berada dalam lindunganNya, semoga menjadi suami dan orang tua yang mengayomi, anak yang berbakti, pekerja yang profesional, pribadi yang tidak hanya berguna bagi diri sendiri tetapi juga menginspirasi bagi negeri.
Advertisements
This entry was posted in Ranah nan Manggadangkan, Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s