SAJAK SEPASANG BALAM (II)

SAJAK SEPASANG BALAM (II)

SAJAK SEPASANG BALAM (II)

 

 

 

 

 

 

 

 

Rasa,
mungkin sudah seumur hidup kau pendam
sudah tidak ada obat semujarab sabar

Tapi rasa,
hanya empat yang pernah ku rasakan
asin
asam
pahit
dan hambar

Seperti apa rasa,
ketika kau hinggap di bubungan
aku masih di atas titian
menggapai manis yang selalu kumimpikan

Mungkin rasa,
adalah manis tebu yang kau tawarkan
ketika ku di sini berselimut bimbang
terbang mencari makna
manis di atas bubungan

Mampukah rasa,
memaafkan aku yang tak pernah bisa
memberi manis yang kau pinta
seumur hiduppun belum pernah kucoba

Inilah rasa,
pahit yang telah membaluri hidupku
asam yang telah membuat luka semakin perih
asin yang telah membuatku bertahan
hambar yang tak pernah kau rasakan

Rasa
Aku menunggu
pada dahan mana tempat ku hinggap

(Parintang-rintang, 9 Desember 2014)

Advertisements
This entry was posted in Kisah dan Sajak. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s