SURAT UNTUK GALAKSI DAN MATAHARI

Kau hanyalah lilin kecil, tak berarti
kata galaksi sang penguasa jagad raya padaku dengan mengutip Matahari
beberapa waktu lalu di suatu pagi

Tapi aku yakin, didalam hati,
Galaksi berkata “Kau sebenarnya suluh api”
Ya, suluh api,
yang telah menerangimu hingga subuh pagi,
yang menolongmu hingga mencapai tepi.

Tapi kini,
kau telah terpedaya besar dan terangnya matahari.
Membuat semuanya seakan tidak berarti.
Bisik matahari memang sangat sakti
lilin kecil, sama sekali tidak berarti,
sebentar lagi juga mati,
karena kemarau sudah menanti”.

Aku tak takut matahari.
Karena aku bukan lilin kecil.
Bukan juga suluh api.
Aku si burung api.
Yang bisa terbang tinggi.

Jauh disana.
Kulihat hari akan segera berganti.
Matahari yang bertaji kemarau akan segera tertutupi.
awan, perbukitan dan pegunungan tinggi yang siap melindungi.
Penguasa jagad raya bukan kau lagi galaksi.
Matahari mu tak kan lagi sakti.

(Parintang-rintang, 19 Maret 2010)

Advertisements
This entry was posted in Sajak-sajak. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s