PAGI MEMBARA

Pagi ini
Seperti pagi lainnya yang ku lalui dalam sembilan bulan ini
masihlah berkabut tebal berselimut mendung

Pagi ini
Masih ku dengar
Sesayup rintihan pemangsa yang telah dicabut taring dan kukunya

Pagi ini
mulai terasa hangatnya mentari pagi
Tak lagi malu menampakkan diri
Jadi pedoman mata angin pemberi arah

Pagi ini
Tak seperti para pemangsa yang tak lelah menunggu
Aku bersiap terlahir kembali

Pagi ini
Semak dan belukar terus berkabar
Tak ada lagi tempat berteduh
Tak ada lagi kijang di rimba
Sia-sia tuk kembali

Pagi ini
Tak pernah lelah
Meraut ranjau
Meninjau jarak
Mengasah kuku
Mengulang langkah
Agar nyanyian menggelegar tak terdengar sumbang

Pagi ini
Ingin kupastikan terlahir kembali
Pemilik auman dengan belang yang tetap jernih

(Parintang-rintang, 23 November 2014)

Advertisements
This entry was posted in Sajak-sajak. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s