MERUBAH PERAMBAH HUTAN MENJADI PETANI IKAN (Catatan Sebuah Perjalanan Dinas)

PARINTANG-RINTANG: Jorong Mangunai Tinggi adalah salah satu dari enam jorong di Nagari Ampalu Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota. Dibutuhkan waktu tempuh lebih dari 1,5 jam dari Kota Payakumbuh untuk mencapai lokasi tersebut. Lokasinya di balik perbukitan yang berjajar di bagian selatan Kabupaten Lima Puluh Kota. Menurut orang-orang disana, dibalik perbukitan yang berdiri tegar dengan hutan yang sedikit gundul, dibalik jorong mangunai tinggi ini kita akan bertemu dengan wilayah Kampar Provinsi Riau.

Jalan dari Ibu nagari menuju jorong ini sangatlah memprihatinkan. Jalan tanah yang menurut mansyarakatnya belum pernah terentuh panasnya aspal merupakan warisan sejak zaman colonial Belanda. Kalaulah tidak ada kepentingan yang mendesak ataupun hal yang berkaitan dengan kayu dan penebangan illegal, tak aka nada yang mau datang ke sana. Jalan tanah yang penuh lubang dengan kedalaman mencapai 0,5-0,7 meter serta jembatan yang seadanya merupakan kendala untama untuk mencapai lokasi ini disamping tanjakan tajam dan aliran selokan yang airnya terkadang menerobos jalan.

Waktu tempuh yang cukup lama ini segera terobati ketika sampai di ujung jalan. Pemandangan alam yang indah bagaikan kanvas lukisan naturalis goresan pelukis-pelukis ternama. Sungguh menakjubkan.. Hamparan sawah yang menguning siap untuk di panen menjadi altar lain dari segar dan sejuknya alam yang terasa masih agak alami ini. Kekaguman tersebut, bila diperhatikan dengan seksama, segera berganti dengan keprihatinan. Banyak perbukitan yang gundul akibat kayu yang telah ditebang untuk dijual kepada cukong maupun untuk ditanami.

Berjalan beberapa meter kearah selatan dari tempat mobil berhenti, terlihat lembah terjal dengan hamparan tambak ikan yang baru saja diisi dengan bibit beberapa jenis ikan konsumsi, seperti ikan nila, ikan mas dan gurami. Mencoba menuruni tebing yang sedikit curam dengan mengikuti pematang sawah yang berliku-liku, akhirnya kita sampai pada sebuah gubuk yang sebahagian beratap seng dengan sebagiannya lagi beratap terpal berwarna biru.

Bedeng atau bangunan ini adalah posko berkumpulnya para peternak ikan yang tergabung dalam kelompok Nirwana. Pada hari itu, mereka sendang berdiskusi untuk kelanjutan usaha mereka, menjadi peternak ikan. Semua permasalahan didsikusikan di sana. Mulai dari mekanisme pengembangan kolam, pertemuan dengan penyuluh, maupun diskusi tentanng perubahan paraigema kehidupan yang ingin mereka capai. Hampir seluruh anggota kelompok tersebut dahulunya adalah pemain kayu. Mereka adalah orang-orang yang menggantungkan hidupnya dari penebangan kayu di hutan, mulai dari penebang, pengangkut sampai calo. Semua pernah melakukannya. Hutan di balik bukit tempat mereka kini sering berdiskusi sudah menjadi gundul. Apa daya mereka tak pernah kaya apalagi sejahtera.

Kini datang semangat baru. Beberapa petak sawah telah diubah menjadi kolam ikan. Mereka ingin menjadi petani pembudi daya ikan.  Benih ikan telah ditebar. Terbersit kabar, Menteri Kelautan dan Perikanan ingin Indonesia menjadi produsen ikan terbesar di dunia tahun 2015.  Produksi akan digenjot habis-habisan. Ini peluang besar bagi masyarakat Jorong Manggunai tinggi untuk meningkatkan taraf hidupnya. Bukankah air yang mengalir di desa meraka tidak pernah berhenti sepanjang waktu. Menjadi petani biasa belum mampu merubah hidup. Pupuk mahal, apalgi untuk sampai lokasi meraka. Apa lagi menjadi perambah hutan. Begitu banyak tantangan, disamping tidak pernah menikmatinya.

“Bapak-bapak dan ibu-ibu yang kami hormati. Selamat datang di pondok kebersamaan Kelompo Ikan Nirwana Jorong Mangunai Nagari Ampalu, Kecamatan Lareh Sago Halaban. Mohon maaf bila kedatangan bapak ibu semua tidak kami sambut dengan sebagaimana mestinya. Kelompok Peternak Ikan Nirwana ini adalah kelompok baru. Kami terinspirasi dengan saudara-saudara kami yangtelah terlebih dahulu beternak ikan di Nagari Mungo Kecamatan Luak. Mudah-mudahan kami berhasil.

Pertama doakan kami berhasil menjadi peternak ikan yang sukses. Memahami teknologi dan menghasilkan ikan yang cukup untuk membiayai hidup yang cukup. Kalau bisa dapat digunakan untuk membiayai sekolah anak kami entah di Ibu Kota Kecamatan maupun di Kota Payakumbuh.

Yang kedua yang kami harapkan adalah terjadi perubahan paradigma dalam masyarakat. Berhenti menjadi perambah hutan, pengangkut kayu dan merusak hutan lainnya untuk kemudian menjadi petani ikan. Memang hal yang kedua ini belum dapat kami lakukan dengan baik. Mudah-mudahan sebagaimana yang disebut koran-koran Indonesia menjadi penghasil ikan terbesar di dunia dapat terwujud. Seiring dengan harapan Jorong Mangunai tinggi menjadi penghasil ikan utama di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Yang ketiga, semoga cita-cita kami dari semula perambah hutan dapat segera berubah menjadi petani ikan. Melalui bimbingan bapak ibu dan instansi teknis terkait kiranya harapan ini dapat terwujud. Kalau tidak maka kemungkinan bagi warga yang menjadi anggota kelompok ini untuk menjadi perambah hutan kembali sangat terbuka lebar.

Yang terakhir, Kalau usaha perikanan tumbuh dan berkembang di sini, mudah-mudahan kami dilirik. Pengusaha dan pedagang akan datang. Merekalah yang akan menympaikan harapan kami lainnya pada Bupati, DPRD, Gubernur, Menteri, DPR dan Presiden bahwa mayarakat jorong mangunai butuh sentuhan pembangunan. Bukan lagi kita yang meminta-minta.”

Itulah kata-kata penyambutan dari penasehat kelompok ketika menerima kehadiran kami ditengah teriknya matahari di siang itu.

Merubah paradigma mayarakat dari dulu memang sangat sulit untuk dilaksanakan. Mudah-mudahan kesadaran dari masyarakat untuk merubah paradigma dan nasibnya sendiri dapat terlaksana. Tulisan ini hanyalah secuil dukungan bagi kelompok petani ikan nirwana untuk mewujudkan keinginannya.

Wassalam

( Payakumbuh, 20 April 2011; nspamenan@yahoo.com )

Advertisements
This entry was posted in Interest. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s