HARI BELA NEGARA DAN POEA(R) DATA(R)

 

Foto Peringatan Hari Bela Negara Courtesy Padang Today

Foto Peringatan Hari Bela Negara Courtesy Padang Today

PARINTANG-RINTANG: Hari masih pagi. Matahari tampak sumringah memancarkan cahayanya. Langit cerah. Hanya sedikit awan menghiasi cakrawala. Beberapa mobil plat merah milik pemerintah, TNI dan Polri serta kendaraan umum bergerak ke arah utara Kota Payakumbuh menuju bagian utara Kabupaten Lima Pulu Kota yakni Nagari Koto Tinggi Kecamatan Gunuang Omeh. Hari ini, Kamis 19 Desember 2013, akan dilaksanakan peringatan Hari Bela Negara di Lapangan sepak bola jorong Pua Data Kenagarian Koto Tinggi. Peringatan Hari Bela Negara, sebagai amanah Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 28 tahun 2006 akan diperingati di lokasi ini. Sebagai hari besar Nasional, banyak pihak berharap peringatan ini akan berjalan dengan megah dan penuh makna. Dengan kata lain, peringatan ini dapat mengingatkan kepada seluruh bangsa Indonesia bahwa keberadaan PDRI dan perjuangan yang dilaksanakan oleh para pejuang (pasca Agresi Belanda ke II yang menduduki Jogjakarta) di Sumatera Barat umumnya, dan Lima Puluh Kota umumnya merupakan bagian yang sangat penting dari keberadaan Republik Indonesia ini.

Namun, harapan memang tidak akan pernah terpuaskan oleh kenyataan. Upacara memang dapat berlangsung dengan baik dan khidmat di Pua Data. Sayangnya, hampir tidak ada bagian lain di Indonesia yang melakukan upacara sesuai amanat Keputusan Presiden. Bahkan juga Kabupaten/Kota di Sumatera Barat. Tidak ada Bupati ataupun Walikota selain pejabat Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota dan segelintir pejabat pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang berkesempatan (mungkin lebih tepat – bersedia, pen) datang ke Pua Data. Mungkin semua sibuk dalam menyelesaikan tahun anggaran 2013. Kata seorang teman, yang paling mendekati kebenaran adalah lupa. Lupa. Seperti halnya masyarakat /pemerintah Lima Puluh Kota, bahkan masyarakat Gunuang Omeh sendiri tentang sejarah panjang Pua Data.

Mungkin tidak banyak yang tahu dimana Pua Data berada sebagaimana banyak yang tidak mengetahui sejarah Pua Data.

Sejarah mencatat bahwa Pua Data adalah nama dan daerah yang sangat penting pada abad ke 19, pasca berakhirnya perang Paderi. Dalam buku Het ombilien-kolenveld in de Padangsche bovenlanden en het transportstelse (http://books.google.co.id/books?id=_kU_AAAAYAAJ&printsec=frontcover#v=onepage&q&f=false) pada tahun 1870, Pua Data yang dalam buku itu tertulis Poear Datar, adalah salah satu onder afdeeling dari tiga Onder Afdeeling di bawah afdeeling Lima Poeloe Kotta. Dua Onder afdeeling lainnya adalah Paija Kombo dan Halaban. Pada saat itu jumlah penduduk dari tiga laras yang ada di bawah onder afdeeling ini adalah 20.209 orang. Onder afdeeling ini terdiri dari tiga laras yakni Kotta Lawas, Soelikie dan Mahie.

Bila direferensikan dengan kondisi sekarang ini, pada kurun waktu tersebut Poear Datar dapat disejajarkan dengan sebuah Kabupaten pada zaman ini. Sebagai pusat pemerintahan Onder Afdeeling Poear Datar tentunya memiliki peranan yang sangat penting pada masa itu sejajar, dengan Paija Kombo. Pentingnya Poear datar ini dapat dimaklumi, karena dari Poear Datar, melalui Mangani dalam waktu singkat dapat diterobos jalan ke Pagadi di Bonjol Afdeeling Agam dan Bonjol, sebagai benteng Imam Bonjol Panglima Perang Paderi. Disamping, dapat dengan mudah mencapai Kamang, basis Paderi di bawah Tuanku Nan Renceh. Di sisi lain, jalur perjalanan menuju pantai timur pada masa itu dilakukan melalui jalur sungai yakni Batang Mahat dan Batang Kapur. Dengan demikian, Poear Datar pada masa itu merupakan daerah strategis bagi Belanda dalam mengontrol basis perlawanan masyarakat Minangkabau di wilayah Oud Agam dan Bonjol serta Paija Kombo. Disamping jalur pelarian dari pejuang tersebut ke pantai timur Sumatera menuju Tumasik (Singapura) dan Malaka.

Namun, perkembangan zaman menunjukkan bahwa mulai awal abad ke 20 peranan Poear Datar semakin memudar. Hal ini disebabkan oleh tidak maksimalnya penambangan emas di Gunuang Omeh yang diusahakan Belanda dan terbukanya jalan baru di Ajer Poetih menuju ke Pangkalan yang kemudian lebih dikenal dengan Kelok Sembilan. Semakin lama keberadaan Poear data semakin memudar. Hampir tidak terdengar dalam putaran sejarah nama Poear Datar disebut-sebut. Dengan kata lain Poear Datar tenggelam dalam ketinggian Bukit Barisan yang mengelilinginya.

Tiba-tiba, setelah Proklamasi Kemerdekaan, Poear Datar yang berada di Nagari Koto kembali menjadi tujuan para pejuang dalam rangka menyelamatkan keberadaan Republik Indonesia. Alasannya hampir sama dengan tujuan belanda pada abad ke 19 menjadikan Poear Datar sebagai onder afdeeling. Bila Belanda ingin mengontrol Oud Agam dan Bonjol dan Paija Kombo, maka para pejuang menjadikan Koto Tinggi sebagai basis karena dapat dengan mudah dicapai para pejuang yang berada di Kamang dan Paija Kombo. Informasi yang diterima pejuang di Bukittinggi akan di bawa ke Rumah Tinggi di Kamang Hilia, ataupun Bansa di Kamang Mudiak, untuk selanjutnya mendaki Hutan Belantara Bukit Barisan menuju Koto Tinggi, Suayan, Sariak Laweh dan sebagainya di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota.

Kemudian, Zaman perang berakhir, Poear Datar yang berada di Nagari Koto Tinggi ini, semakin lama semakin dilupakan. Bahkan nyaris ditelan zaman dan sejarah. Hingga akhirnya ada Kepres 26 tahun 2006 tentang Hari Bela Negara. Koto Tinggi mulai sering disebut-sebut. Koto Tinggi menjadi lebih terkenal. Tapi Poear Datar, tetap tenggelam di dalam putaran roda sejarah.

Tahun ini, tahun ke tujuh diperingatinya hari Bela Negara, keberadaan Poear Datar, yang dulu begitu penting itu sengaja disinggung, agar orang tidak lupa, bahwa, Keberadaan Poear Datar atau Koto Tinggi dalam sejarah PDRI tersebut bukanlah “tuah yang diajan-ajan” akan tetapi ada sejarah panjang di belakangya.

Akhirnya selamat Hari Bela Negara. Semoga tahun depan Hari Bela Negara tidak dilupakan oleh Bangsa Indonesia, sebagaimana Masarakat dan Pemerintah Sumatera Barat dan Kabupaten Lima Puluh Kota secara tidak sengaja melupakan Poear Datar.

Merdeka

Sarilamak, 20 Desember 2013

Advertisements
This entry was posted in Interest. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s